Desa Manurung Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Bisnis Budidaya Udang Lobster

LUTIM, RRN – Kepala Desa Manurung, Irwan Jafar melakukan kegiatan pemberdayaan bisnis budidaya udang lobster, dan ia berharap dapat meningkatkan putaran perekonomian masyarakat karena jenis udang ini masuk sebagai komoditi ekspor yang punya nilai jual tinggi.

Lanjut, Sebagai Kades Desa Manurung, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, turut menyemangati warganya untuk memulai bisnis budidaya udang lobster dengan menggunakan air tawar.

Dan harapan kedepannya semoga langkah awal ini menginspirasi bagi segenap warga yang ada di Desa Manurung untuk melakukan usaha ini karena usaha ini tidak membutuhkan lokasi yang cukup besar tetapi prospek usaha ini menjanjikan kedepannya karena termasuk komiditi ekspor”,Ucap Irwan, Senin (16/1/2023).

Sebelumnya, anggota kelompok budidaya udang lobster air tawar ini telah mengikuti kegiatan pelatihan dalam memelihara dan mengembangkan udang tersebut, ia juga menjelaskan jika anggaran yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan tersebut bersumber dari dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) dari pemkab Lutim, masing-masing desa mendapatkan bantuan senilai 1 Milyar pertahun.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dianggarkan melalui BKK tahun 2022 dimana kegiatan ini terdiri dari Pelatihan bagi kelompok budidaya dilanjutkan dengan kegiatan budidaya”, ujar Irwan.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Luwu Timur atas kebijakan program percepatan pembangunan didesa melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 1 Milyar 1 Desa mudah-mudahan kedepannya anggaran ini punya manfaat untuk mendorong percepatan peningkatan ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan ekstrim yang terjadi didesa di Bumi Batara Guru”, Tambahnya.

Selain itu, program budidaya lobster air tawar ini juga diyakini dapat mendongkrak Pendapatan Asli Desa karena melihat pangsa pasar yang luas dan diminati.

Hadir dalam kegiatan itu Gema Lobster dari pihak konsultan budidaya yaitu Akbar, Alauddin dan Samsuriadi, serta seluruh anggota kelompok budidaya.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *