LUWU TIMUR,RRN – Aktivitas pertambangan PT Prima Utama Lestari (PT PUL) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Luwu Timur kembali jadi sorotan setelah video banjir lumpur di jalan umum beredar saat hujan deras.
Genangan lumpur berwarna cokelat kemerahan menutup badan jalan hingga kendaraan kesulitan melintas. Aliran material bercampur air hujan tampak mengalir deras dari area sekitar jalur operasional tambang menuju akses publik yang juga dipakai warga untuk bekerja, bersekolah, dan aktivitas sehari-hari.
Warga menyebut ini bukan kejadian pertama. Mereka menilai penggunaan jalan umum untuk hauling dan mobilitas tambang harus disertai mitigasi keselamatan seperti pengendalian lumpur, drainase, dan perlindungan bagi pengguna jalan.
Seorang warga setempat yang enggan disebut namanya di media ini mengatakan “Airnya meluap hingga ke jalan, saya hanya pastikan laporan dan memantau langsung di lokasi, kerja kami hanya mengawasi kerja pertambangan sebagai aktivis pemerhati lingkungan tapi ditanggapi lain dengan orang yang diduga sebagai bagian dari PT PUL, ternyata mereka bagian tim produksi perusahaan,” katanya.
Sumber lain juga mengatakan “Alangkah baiknya kalau Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. PUL itu dicabut sebelum nyawa kami masyarakat yang tercabut akibat bencana yang timbul dari aktivitas PT. PUL ,”Ungkap sumber.
Pihak yang disebut tim produksi PT PUL menyampaikan bahwa status jalan merupakan kewenangan pemerintah, sehingga perusahaan punya keterbatasan untuk penanganan penuh.
Pernyataan pihak PT. PUL itu dinilai keliru besar dan upaya untuk mengelak dari tanggung jawab, sebab masalahnya adalah persoalan Amdal, bukan masalah akses jalanan-nya karena tugas pemerintah sudah selesai sejak jalanan itu dibangun beberapa tahun silam.
Selain jalan, warga juga menyoroti pembukaan lahan di sekitar area tambang di Ussu yang dinilai perlu diawasi ketat. Tujuannya agar tidak menambah risiko longsor, sedimentasi, dan limpasan material saat curah hujan tinggi.
Warga meminta pemerintah daerah, instansi teknis, dan aparat terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi, mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan, serta memastikan keselamatan pengguna jalan tetap jadi prioritas.
Atas kejadian tersebut, LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Lutim sangat menyayangkan dan berharap agar segerah di tindak lanjuti, sebab hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari PT PUL terkait video yang beredar. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya keseimbangan antara aktivitas industri dan perlindungan ruang hidup masyarakat.
Simak Vidionya👇👇👇
( * )






