Menyikapi Terjadinya Bom, Walikota: Berfikir Baik, Alvian: Tidak Mungkin, Gunawan: Ada 678

KOTA PALOPO, RRN – – Pemerintah Kota Palopo menggelar pertemuan, menyikapi terjadinya bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri Jakarta yang dilaksanakan di Auditorium Saokotae. Jumat, 02 April 2021.

Walikota Palopo Drs. H. M. Judas Amir, MH, menyampaikan keluarga kita yang Non Muslim yang sementara beribadah dan juga kita telah saksikan di Makassar masih ada orang yang melakukan hal seperti itu.

” Masih ada orang yang melakukan hal seperti itu. Tentu kita di sini, akan bicarakan bagaimana Kota Palopo tetap aman dari hal seperti itu. ” Ujar Walikota Palopo.

Karena pada intinya, apa yang dilarang oleh Pemerintah pusat, tentu kita juga akan ikut melarang hal tersebut.

” Kita juga akan ikut melarang hal tersebut. Jika ada yang berpendapat di luar hal itu, boleh didengar tapi, jangan diikuti. ” Jelasnya.

Untuk itu, bagaimana ke depan ini kita dapat menjaga Kota Palopo agar tidak terjadi hal-hal yang telah kita lihat beberapa hari yang lalu.

” Menjaga Kota Palopo agar tidak terjadi hal-hal yang kita lihat beberapa hari lalu, di Makassar dan Jakarta. ” Ungkap Judas.

Judas Amir, Walikota Palopo, juga menyampaikan, bagi orang yang akan sampaikan ceramah di Masjid agar menyampaikan kepada masyarakat amati orang yang ada di sekitar kita.

” Amati orang yang ada di sekitar kita. Sehingga dengan segala hal yang disampaikan orang, yang pikirannya tidak baik, dapat berubah menjadi baik. ”  Imbuhnya.

Kota Palopo akan lebih, baik jika kita bekerja dengan baik, berfikir dengan baik.

” Berfikir dengan baik, karena kita ini, selalu yang berikan orang pemahaman dan Kota Palopo aman, karena kita semua. Inilah yang harus kita tingkatkan ke depan. ” Cetusnya.

Sejak awal pemerintahan, selalu saya katakan, Kota Palopo kita bangun dengan diskusi dan pendapat.

” Diskusi dan pendapat. Silahkan sampaikan, agar kita sama-sama membangun Kota Palopo menjadi lebih baik lagi. ” Jelas Judas Amir.

Kapolres Kota Palopo AKBP. Alvian Nurnas, SH., S.I.K., mengatakan, bahwa bom bunuh diri tidak mungkin terjadi tiba-tiba tanpa ada sebabnya.

” Tidak mungkin terjadi tiba-tiba tanpa ada sebabnya. Untuk itu, marilah kita menjauhi radikalisme dan terorisme karena perbuatan tersebut, adalah perbuatan yang terlarang. ” Ucap Kapolres Palopo.

Meminta agar menyampaikan ceramah saat shalat jumat untuk belajar kerukunan umat beragama di Kota Palopo.

” Kerukunan umat beragama di Kota Palopo. Sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan baik. Dan dari Polres Palopo, akan terus memberikan pelayanan yang maksimal agar menjalankan ibadah dengan aman. ” Harapnya.

Sejak kemarin kita sudah mulai melakukan pengamanan di gereja.

” Melakukan pengamanan di gereja, dan akan melakukan pengamanan terus menerus. Begitu juga menjelang bulan suci Ramadhan. ” Ungkap Alvian

Sementara itu, Dandim 1403/SWG Letkol Inf Gunawan, S.I.P menuturkan, terkait dengan pengamanan kegiatan ibadah bagi kaum nasrani dan perlu diketahui bahwa jumlah gereja di Luwu Raya ada 678.

” Perlu diketahui jumlah gereja di Luwu Raya ada 678, tentu jumlah personil tidak akan cukup. ” Tutur Dandim 1403/SWG.

Untuk Kota Palopo ada 79 gereja, untuk itu, kita minta kerjasama apabila ada informasi atau melihat ada hal yang mencurigakan.

” Di Kota Palopo ada 79 gereja, sampaikan baik itu TNI maupun Polres apabila ada informasi atau melihat hal yang mencurigakan. ” Ungkap Gunawan.

Sehingga kami prioritaskan di mana saja yang melaksanakan ibadah, di situlah personil yang kami perbanyak.

” Di situlah personil yang kami perbanyak, apabila ada penduduk yang bukan masyarakat setempat, dan mencurigakan segera laporkan. ” Jelasnya.

Mendekati bulan puasa di sini kita harus sinkronkan apa yang akan kita lakukan nantinya.

” Kita sinkronkan apa yang akan kita lakukan. Bahwa masjid yang melaksanakan shalat tarawih, kapasitasnya yang diperbolehkan hanya 50% dari kapasitas masjid. ” Cetusnya.

Kemudian, pemberian kultum. karena masih dalam pandemi.

” Pemberian kultum. Sehingga waktunya, benar-benar ditepati agar berkumpulnya orang banyak lebih sedikit. ” Pungkasnya.

Selain Walikota Palopo turut hadir pula Wakil Walikota Palopo Dr. Ir. Rahmat Masri Bandaso, M.Si, Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP, SH., M.Si, Kepala Kesbangpol Baso Sulaiman, Ketua FKUB Kota Palopo Prof. Said Machmud, serta para Muballigh Se Kota Palopo.

Rls. Protokol & Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palopo/Bang Yoga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *