KOLTIM, RRN—Awalnya, yaitu pada Tahun 2010 mereka hanya menumpang di gedung SDN 1 Lowa dengan meminjam 1 RKB untuk melakukan proses pembelajaran. Sebagai Kelas Jauh dari SMPN 1 Lambandia, mereka melakukan proses pembelajaran di siang hari setelah murid-murid SD pulang, kondisi ini dijalani selama 6 tahun, yaitu dari Tahun 2010 sampai Tahun 2016.
Kini, SMPN 6 Lambandia ini sudah memiliki lokasi sekolah sendiri seluas 1 Ha dan telah berdiri banyak gedung sebagai sarana penunjang proses pembelajaran.
Semua keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan seorang tokoh pemerhati pendidikan di Desa Lowa, Kec. Lambandia, Kab. Koltim, yang sangat prihatin melihat kondisi anak usia sekolah tingkat SMP yang banyak putus sekolah.
Pada Tahun 2005, ada beberapa peristiwa yang kemudian menjadikan mantan guru SMPN 1 Lambandia ini bertekad mendirikan sekolah baru dalam upayanya mendekatkan jarak tempuh siswa dari Desa Lowa ke SMP.
Peristiwa itu adalah banyaknya anak yang terpaksa harus putus sekolah dengan berbagai alasan. Ada yang putus sekolah dengan alasan kondisi jalanan yang rusak parah dan jarak tempuh yang begitu jauh dari Lowa ke Penanggo Jaya (letak gedung sekolah SMPN 1 Lambandia-red) sehingga malas bersekolah, ada yang putus sekolah dengan alasan membantu orang tua bekerja di sawah, bahkan ada yang putus sekolah karena menikah di usia dini.
Kondisi inilah yang kemudian menggugah hati sang tokoh, sehingga dia berani berkorban untuk membeli sebidang tanah milik salah satu warga Desa Lowa seharga Rp 35.000.000,- pada Tahun 2013 dengan menggunakan dana pribadinya sendiri. Karena sebagaimana diketahui bahwa Dinas Pendidikan tidak pernah menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan bagi berdirinya sebuah sekolah. Tokoh ini tidak lain adalah HALIM AGUS, S. Pd., yang dikemudian hari ditunjuk oleh Bupati Koltim sebagai Kepala Sekolah SMPN 6 Lambandia tepatnya di Bulan April 2014.
Saat ditemui Radar Reportase News.com di kediamannya pada Minggu (1/11/2020), kepala sekolah kelahiran Lawela, Kab. Buton, 15 Agustus 1972 itu menceritakan betapa beratnya perjuangan yang dijalaninya dalam merintis berdirinya sekolah tersebut.
“SMPN 6 Lambandia menerima siswa baru sebanyak 24 orang pertama kali di tahun 2010 sebagai kelas jauh dari SMPN 4 Ladongi yang kini berubah nama menjadi SMPN 1 Lambandia. Tenaga pengajar saat itu terdiri dari 6 orang guru yang kesemuanya adalah Guru Tidak Tetap (GTT). Karena sekolah kami adalah kelas jauh, maka ujiannya di selenggarakan di SMPN 1 Lambandia,” ujar Halim membuka percakapan.
“Di Tahun 2014 saya mencoba melakukan terobosan untuk melobi Pemda Koltim agar mendapatkan bangunan baru tapi oleh salah satu pejabat di lingkup Dinas Dikmudora Koltim waktu itu cenderung tidak maksimal membantu saya sehingga bantuannya batal dikucurkan, padahal Tim Konsultan sudah turun melakukan pengukuran. Tapi saat penetapan sekolah-sekolah yang akan mendapatkan bantuan saat itu, ternyata SMPN 6 Lambandia dicoret dengan alasan lokasi sekolah masuk dalam Kawasan Hutan Lindung,” kata Halim menuturkan kekecewaannya.
Halim selanjutnya mengatakan bahwa setelah dirinya melakukan pengecekan ke Dinas Kehutanan sampai ke tingkat provinsi, ternyata Desa Lowa secara keseluruhan tidak termasuk berada di dalam hutan kawasan.
Maka sejak saat itu kepala sekolah yang awalnya terangkat menjadi PNS sebagai staf Tata Usaha itu mulai pesimis untuk berurusan dengan Pemda Koltim lagi dalam upayanya mendapatkan bantuan bangunan gedung baru.
Namun tanpa disangka-sangka, pada Tahun 2015 turunlah bantuan berupa dana DAK untuk pembangunan 1 Unit Gedung dengan 2 RKB di dalamnya.
Maka Halim dan tim guru pun dapat bernapas lega karena sudah memiliki 3 RKB yaitu 1 RKB berupa pinjaman dari SDN 1 Lowa dan yang duanya terletak di lokasi SMP 6 sendiri (yang telah dibeli oleh Halim Agus-red) dengan jarak sekitar 1 KM.
Kejutan berikutnya datang di Tahun 2016. Tanpa disangka, bahkan oleh pejabat di ruang lingkup Dinas Dikmudora Kab. Koltim sendiri, Tim dari Kementrian Pendidikan Nasional datang ke Sulawesi Tenggara mencari alamat dan titik lokasi SMPN 6 Lambandia. Tapi karena lokasinya cenderung terisolir, maka tim inipun kesasar (salah alamat) bahkan sampai ke Kab. Kolaka. Maksud kedatangan Tim dari Pusat ini adalah untuk mencari lokasi sekolah tersebut karena akan mendapatkan bantuan pembangunan gedung sekolah baru. Tidak tanggung-tanggung, nilainya sebesar 2,2 Miliar Rupiah! Sebuah nilai yang cukuo fantastis, mengingat sekolah ini terletak di pedalaman.
Dana itupun digunakan untuk mendirikan 1 bangunan Gedung Kantor, 2 Gedung RKB, masing gedung terdiri dari 3 RKB jadi total ada 6 RKB secara keseluruhan, 1 WC Umum dilengkapi dengan ruang ganti, 1 Gedung Musholah dan 1 bangunan untuk Kantin Sekolah. Jadi jumlahnya ada 6 gedung yang terbangun secara keseluruhan. Maka lengkaplah sudah fasilitas RKB dan fasilitas penunjang lainnya di sekolah itu.
Sejak memiliki gedung sendiri, SMPN 6 Lambandia mulai menorehkan berbagai prestasi di bawah kepemimpinan dan kerja keras Halim Agus, S. Pd., beserta tim guru.
Prestasi pertama sekaligus yang sangat mebanggakan justru mereka peroleh dalam kondisi fasiltas sekolah itu masih belum memadai. Dalam kondisi masih meminjam gedung Ruang Kegiatan Belajar (RKB) di SDN 1 Lowa, salah seorang siswinya yang bernama ANJALI RESTI PRAWITA sempat mengikuti Lomba OSN (Olympiade Sains Nasional) di bulan Juli 2015, pada Mata Pelajaran IPS dan meraih Juara I di tingkat Kab. Koltim, selanjutnya meraih Juara II di Tingkat Prov. Sulawesi Tenggara, dan sekaligus mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Tingkat Nasional di Jakarta.
Masih di tahun yang sama, sekolah ini juga dipercaya mewakili Prov. Sultra mengikuti kegiatan Kawah Pelajar, sebuah kegiatan yang diselenggarakan untuk mempertemukan para pelajar peraih prestasi Tingkat Nasional di seluruh Insonesia. Acara itu sendiri diselenggarakan di Jakarta pada bulan November 2015 dan dibuka langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.
Masih ada prestasi lainnya yang juga menjadi langganan sekolah ini, yaitu Cabang Olah Raga Silat Putra-Putri. Berturut-turut sejak tahun 2014 sampai di tahun 2020 ini, dalam kurun 7 tahun terakhir, SMPN 6 Lambandia selalu menjadi Juara I di tingkat kabupaten, sekaligus mewakili Kolaka Timur di tingkat provinsi. Meski tidak meraih juara di tingkat provinsi, tapi tetap saja sekolah ini menjadi kebanggaan Kolaka Timur pada cabang olah raga bela diri ini.
Inilah sederet prestasi yang cukup membanggakan untuk ukuran sebuah sekolah yang berada di pinggiran Kab. Koltim di bawah kepemimpinan seorang kepala sekolah yang terlihat sangat sederhana dalam tampilan kesehariannya, tapi memiliki kegigihan dan semangat yang tinggi dalam upayanya mencerdaskan anak bangsa di wilayahnya.
“Sebagai Kepala Sekolah yang telah dipercaya oleh Bapak Bupati Kolaka Timur, Bapak Drs. H. Tony Herbiansyah, M.Si., saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang beliau berikan kepada saya. Ucapan terima kasih yang tak terhingga pula saya haturkan kepada Ibu Kepala Dinas Dikmudora Kab. Koltim Ibu Ir. Hj. Surya Hutapea yang telah menetapkan sekolah kami sebagai penerima bantuan DAK Tahun Anggaran 2020 ini, berupa Pembangunan Gedung Laboratorium IPA senilai Rp 450.000.000,- dan Pembangunan Gedung Perpustakaan sebesar Rp 401.100.000,-.” lanjut kepala sekolah yang terkesan cerdas ini.
“Meski demikian, kami masih sangat mengharapkan bantuan Pemda Koltim pada tahun-tahun berikutnya untuk pembangunan Laboratorium Komputer beserta kelengkapannya, karena sekolah kami ini sangat membutuhkan hal tersebut, mengingat di era Millenium ini, keahlian di bidang IT sangat dibutuhkan oleh anak-anak didik kami.” pungkas Halim Agus, S.Pd.
(Arifin, SE)






