KOTA PALOPO, RRN – – Walikota Palopo Drs. H. M. Judas Amir, MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan dan penegakan hukum protokol kesehatan covid-19, dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual di ruang rapat pimpinan lantai III. Rabu, 9 September 2020.
Ketua KPU RI Arief Budiman, S. S. S.IP M.BA., menyampaikan bahwa ketika penyelenggaraan Pilkada nantinya jika dalam hal penerapan protokol kesehatan tidak baik, maka akan menjadi sarana penyebaran dari covid-19 yang akan menyebar ke jutaan orang.
” Ada 3 aturan KPU yang baru, tapi peraturan KPU sebelumnya tetap berlaku karena adanya situasi yang berbeda dari sebelumnya dengan adanya pandemi covid-19 yaitu terkait dengan jadwal pemungutan suara yang awalnya akan dilakukan di bulan September berubah ke bulan Desember. ” Ujarnya
Kemudian peraturan KPU tentang pencalonan dan peraturan KPU tentang pelaksanaan setiap tahapan pemilihan setiap kepala daerah harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19.
” Setelah tahapan pencalonan akan memasuki tahapan kampanye dan ada beberapa hal yang dibuat oleh KPU misalnya. ” Ungkapnya
Kemudian pada saat rapat umum, biasanya terjadi pertemuan langsung bisa dihadiri ribuan orang.
” Sekarang KPU mengurangi, maksimal untuk rapat umum dihadiri hanya seratus orang termasuk pada saat debat publik kehadiran maksimal 50 orang. ” Jelasnya
Seluruh kegiatan tahapan kampanye dihimbau agar dilakukan secara daring termasuk rapat umum dan pertemuan lainnya.
” Dilakukan secara daring apabila, tidak dapat dilakukan secara daring maka penerapan protokol kesehatan menjadi kewajiban untuk dilakukan. ” Himbau Ketua KPU RI
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo, menyampaikan kepada seluruh penyelenggara pilkada untuk memprioritaskan masalah kesehatan agar penyelenggaraan pilkada kali ini tidak menimbulkan korban jiwa.
” Mengapa demikian, karena salah satu faktor utama terjadinya penularan adalah faktor adanya kerumunan di samping beberapa faktor lainnya. ” Kata Doni
Sementara penyelenggaraan pilkada, dapat menyebabkan terjadinya penularan. ” Oleh karena itu, seluruh penyelenggara diharapkan untuk menaati protokol kesehatan.” Jelas Monardo
Kami akan selalu mengingatkan kepada satgas provinsi dan kabupaten/kota untuk memantau perkembangan setiap saat. ” Jika, adanya potensi yang berhubungan dengan resiko. Agar langkah yang diambil setiap daerah dapat lebih tegas untuk melakukan pencegahan. ” Tegasnya
Terdapat 309 Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada yaitu 261 Kabupaten/Kota yang pemilihan Bupati dan Walikota, dan ada 48 Kabupaten/Kota yang melakukan pemilihan Gubernur.
” Dari seluruh Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada terdapat Daerah dengan resiko tinggi, sedang dan rendah. ” Ungkapnya
Zona pada masing-masing daerah sewaktu-waktu dapat berubah sangat tergantung dari tingkat kepatuhan seluruh masyarakat termasuk penyelenggara pemerintahan di daerah.
” Covid-19, ini bukan masalah individu tapi masalah komunitas. Ketika terdapat komunikasi yang disiplin, taat terhadap protokol kesehatan, maka daerah itu akan mengendalikan covid dengan baik di daerah tersebut. ” Pungkasnya
Selain Walikota hadir pula Dandim 1403/SWG Letkol Inf Gunawan, S.I.P, Kapolres Kota Palopo AKBP Alfian Nurnas, SH., S.I.K.l, Kepala Kejari Kota Palopo Abraham Sahertian, Asisten III Setda Kota Palopo Dr. dr. HM. Ishaq Iskandar, M.Kes, Kepala Kesbangpol Baso Sulaiman.
(Hms/Bang yoga)






