LUWU UTARA RRN – – Kepanikan warga Desa Mari Mari Kec Sabbang selatan Kab Luwu Utara, akibat meluapnya Sungai Salu Ampak yang terjadi selasa 11/08/2020, merupakan buntut dari banjir besar yang melanda Luwu Utara 13 Juli 2020.
Dan hingga saat ini, masih bahagian dari duka akan peristiwa tersebut yang menjadi catatan tersendiri bagi Warga Luwu utara.
Intensitas curah hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama merupakan ancaman, yang berpotensi mengakibatkan banjir susulan seperti yang terjadi di Desa Mari Mari.
Banjir sejak sebulan terakhir rutin merendam Luwu Utara, diakibatkan, mendangkalnya aliran sungai. Disebapkan material lumpur tebal, yang mana Lumpur tersebut, terbawa saat banjir bandang terjadi 13 juli lalu.
Menyikapi banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara, sejak awal kejadian hingga hari ini. BLUE HELMET, salah satu Relawan kemanusiaan yang bertugas di Luwu utara, terus bergerak memantau situasi dan kondisi, dan menerjunkan relawan dan menyalurkan berbagai bantuan dari ARMADA PANGAN BLUE HELMET bagi warga yang berdampak bencana di Masamba dan sekitarnya.
” Selain relawan dan bantuan, BLUE HELMET juga menghadirkan MARKET PANGAN dan KLINIK LAPANGAN di Masamba. ” Ungkap Sulfiadi Koordinator BLUE HELMET, ke wartawan media ini Rabu 12/08/2020.
lebih jauh SULFIADI mengatakan pasca terjadinya bencana, warga terdampak masih banyak yang tinggal di pengungsian, dan masih sangat membutuhkan bantuan, dan memilih menetap.
” Disebabkan, karena, huniannya masih tertutupi lumpur tebal akibat banjir bandang yang terjadi. ” Jelas Sulfiadi
Pantauan RadarReportaseNews. Co. Id. Sekalipun banjir bandang sudah sebulan berlalu masih banyak hal yang menjadi kebutuhan mendesak warga yang berada di pengungsian diantaranya, Pangan, Air bersih dan obat obatan. Hal ini, tentunya, adalah hal yang mutlak untuk kelangsungan hidup mereka selama dalam pengungsian.
(Hrm/By)






