Tim Pengabdi Jurusan Kimia UNM Beri Pelatihan Pengelohan Pisang Jadi Tepung

oleh -159 views

GOWA, RRN – – Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Melakukan pelatihan ke siswa SMAN 5 Tinggi Moncong Gowa, dengan topik pengelohan pisang menjadi tepung.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII SMAN 5 Tinggi Moncong sebanyak 30, yang berlangsung secara virtual pada tanggal 5 September 2020.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibuka oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM, Bapak Drs. Suwardi Annas, Ph. D., yang juga dihadiri oleh Ketua LP2M UNM dalam hal ini diwakili Ibu Dr. Syamsidah, Ketua Jurusan Kimia, Dr. Muhammad Anwar, Msi., beserta Dosen – dosen kimia dan Kepala Sekolah SMAN 5, Sudarman, S. Pd, M.Pd, M.M., beserta Guru-guru dan siswa SMAN 5 Tinggi Moncong.

Dra. Hj. Sumiati Side, M. Si., selaku Ketua pelaksana PKM, menjelaskan pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan ke siswa siswi SMAN 5 Tinggi Moncong terkait potensi pisang yang dapat diolah menjadi tepung, mengingat salah satu sumber daya alam daerah setempat adalah pisang.

” Selain itu diharapkan dengan pengolah pisang menjadi tepung dapat meningkatkan nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan daerah setempat. ” Ujarnya

Untuk diketahui bersama anggota pengabdi yang terdiri dari Prof. Dr. Pince Salempa, M. Si., dan Suriati Eka Putri, S.Si. M.Si., menjelaskan bahwa proses pengolah pisang menjadi tepung cukup sederhana dan melibatkan ilmu dasar kimia pada tahap tahap pengelohan tepung pisang.

Peserta pelatihan cukup antusias menerima materi dari tim dan beberapa siswa memberikan pertanyaan terkait materi pelatihan. Proses diskusi berjalan dengan lancar mengingat peserta pelatihan semuanya memiliki ilmu dasar pangan Indonesia dan Ilmu kimia.

Salah satu pertanyaan yang diajukan siswa adalah proses perendaman pisang, dimana biasanya dalam jangka waktu lama berubah warna menjadi warna coklat, sehingga siswa ingin mengetahui solusi apa yang dapat dilakukan.

” Berdasarkan studi literatur dan pengalaman yang diperoleh tim pengabdi dalam hal ini, dapat dilakukan dengan melakukan perendaman menggunakan air yang telah ditambahkan sedikit garam seperti NaCI atau garam dapur. ” Jelasnya

(Hardin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *