Wakil Bupati Wajo Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Pelayanan Publik 2019

oleh -

WAJO, RRN—Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE Menghadiri sekaligus menjadi pembawa materi atau nara sumber di acara Seminar Nasional Pelayanan Publik 2019 “Mewujudkan Pelayanan yang Bersih dari KKN di Era Revolusi 4.0” di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu 27 November 2019.

Pembawa materi diantaranya H. Amran, S.E (Wakil Bupati Wajo) dan Dr. Aswiwin Sirua, SH., MM (Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Kantor Ombudsman RI Perwakilan Prov. Sulsel).

Pelayanan Publik (Public Service) merupakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat umum yang menjadi warga negara atau secara sah menjadi penduduk negara yang bersangkutan.

Masyarakat merupakan pelanggan dari pelayanan publik, karena masyarakat langsung dapat menilai apakah kualitas pelayanan yang di berikan sudah baik atau masih belum sesuai dengan harapan masyarakat.

Dalam Laporan dari Jumardillah Ketua panitia mengatakan bahwa Tujuan dari Kegiatan Seminar Pelayanan Publik ini adalah Salah satu upaya untuk mensukseskan program kerja Kementerian Pendidikan dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Puangrimaggalatung.

Meningkatkan kualitas pelayanan yang transparansi dan akuntabilitas.
Mewujudkan pelayanan yang terbebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Mendorong minat mahasiswa untuk lebih mendalami basic ilmunya sebagai seorang calon sarjana administrasi public, tutup Jumardillah.

Priangga Adipati yang merupakan Presiden BEM menyampaikan kalau melalui moment ini ingin disampaikan pelayanan publik yang benar, agar masyarakat Wajo lebih mengerti tentang pelayanan publik yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Wajo tentang pelayanan publik.

Adapun sambutan dari Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE yang menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma Pemerintahan yang sebelumnya pemerintah yang menjalankan fungsi tradisional sebagai penjaga keamanan, yang bergeser kearah pemerintah modern yang mempunyai fungsi utama adalah pelayanan kepada masyarakat.

Artinya Pemerintah tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat menciptakan kondisi yang memungkinkan anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya, demi mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan Kesejahteraan Rakyat.

“Itulah mengapa saat kami berdua dilantik ketika pertama kali bertemu dan berinteraksi dengan seluruh jajaran aparatur sipil negara menyampaikan bahwa kami menginginkan pemerintah saat ini akan menghadirkan untuk melayani masyarakat bukan menjadi raja yang dilayani,” kata Wakil Bupati Wajo.

“Jadikanlah pemerintah sebagai tempat bersandar dan berteduh ketika masyarakat lelah dan tempat mengadu ketika masyarakat susah kita selaku pemerintah harus menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang timbul itulah makna Hakiki dari pemerintahan mengapa kami harus hadir,” H. Amran, SE menambahkan.

Dikatakan kalau penyelenggaraan pelayanan publik itu sekurang-kurangnya meliputi 6 unsur yaitu pelaksanaan pelayanan, pengelolaan pengaduan masyarakat, pengelolaan informasi, pengawasan internal, penyuluhan kepada masyarakat dan layanan konsultasi.

Juga disampaikan kalau dalam rangka mempermudah penyelenggaraan berbagai bentuk pelayanan publik, maka dilakukanlah penyelenggaraan sistem pelayanan terpadu satu pintu yang sekarang di istilahkan lagi menjadi Mall pelayanan,

Dimana semua aktivitas penyelenggaraan pelayanan yang dilakukan dalam satu tempat dimana masyarakat tidak perlu lagi kemana-mana cukup satu tempat semua jenis pelayanan bisa dilayani sampai dengan selesai, pulang dengan Senyum, itulah harapan kita semua

“Dikaitkan dengan revolusi industri 4,0 Apa yang harus dilakukan, kami selaku Pemerintah Daerah dalam merencanakan dan melakukan berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih cepat dan murah,” jelas H. Amran, SE.

“Pertama kita akan mereformasi wadahnya dulu kedua setelah wadahnya terbentuk maka akan kita isi perangkat daerah itu dengan aparatur sipil negara yang memiliki jiwa amanah berkompetensi dan berintegritas tinggi, ketiga kita akan melakukan transformasi pola kerja dan mindshet aparatur sipil negara kita akan mengeluarkan mereka dari zona nyaman,” Wakil Bupati Wajo menambahkan.

Juga dikatakan kalau dia juga akan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui beberapa langkah yaitu pertama dengan melakukan penghapusan persyaratan-persyaratan pelayanan yang tidak ada hubungannya dengan jenis pelayanan yang dikeluarkan.

Kedua menggabungkan pelayanan publik sehingga lebih mudah dan yang ketiga menyadarkan akan persyaratan pelayanan dan prosedurnya sehingga tidak berbelit-belit dan yang keempat adalah meningkatkan pelayanan public ke bawah untuk mempercepat proses pelayanan, kata H. Amran, SE diakhir sambutannya.

Peserta dalam kegiatan seminar Pelayanan Publik adalah mahasiswa Universitas Puangrimaggalatung, mahasiswa di lingkup kopertis wilayah IX, ASN se Kab.Wajo, BUMN, serta BUMS yang bergerak di bidang pelayanan.

(SAR/Rosha)

Sumber:Humas Pemkab Wajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *