Tim Pengabdi Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMAN 05 Moncong

oleh -86 views

GOWA, RRN – – Kondisi Indonesia saat ini dalam situasi darurat NARKOBA, demikian pidato yang disampaikan oleh Bapak Preseiden RI Jokowi saat membuka suatu acara secara resmi. Berdasarkan data dari Badan Narkotka Nasional (BNN) menyebutkan pada tahun 2019 jumlah peredaran narkotika di Indonesia semakin meningkat jika dibandingkan tahun lalu, peningkatan ini sebesar 24 % jika dibandingkan data tahun lalu.

Peningkatan ini juga terjadi dikalangan remaja Indonesia, penyalahgunaan narkotika dikalangan remaja di  Indonesia meningkat 28 persen jika dibandingkan data tahun 2018 yang sebesar 20 persen.

Di makassar sendiri peningkatan masyarakat yang mengalami kecanduan terus meningkat, dilansir oleh berita Tribun Makassar, sekarang ini 1.500 lebih pasien yang menjalani rehabilitasi, peningkatan ini tidak terlepas dari kurangnya penyuluhan yang dilakukan secara intensif dari berbagai pihak.

Melihat situasi dan peningkatan kasus penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika mendorong Dosen Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu dalam bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam penyuluhan bahaya narkotika dan psikotropika dikalangan siswa SMAN  05 Tinggi Moncong, Gowa, Sulawesi Selatan.

Penyuluhan ini telah dilakukan di SMAN 05 Tinggi moncong, mengingat remaja terutama siswa SMA merupakan target yang rentang menjadi sasaran para pengedar narkotika.

Penyuluhan ini dalam bentuk pengarahan, pengertian UU narkotika dan pengenalan beberapa jenis narkotika dan psikotropika yang beredar luas di masyarakat, bahaya narkotika dan efek samping yang ditimbulkan bagi tubuh pengguna.

Kegiatan Pengabdian masyarakat atau  Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Sitti Faika M.Sc, Ph.D., Apt sebagai Ketua Pengabdi, dan beranggotakan Nita Magfirah Ilyas, S.Si., M.Si.., dan Dra. Hj. Ramdani, M.Si.

” Di mana pelaksanaannya dilakukan  secara daring mengingat kondisi saat ini masih dalam situasi Covid 19 dan tentu saja tetap mengikuti aturan COVID 19. ” Ujar Ketua Pengabdi

Sementara itu menurut peserta dalam hal ini siswa, mereka baru mengetahui UU tentang narkotika dan jenis-jenis narkotika yang beredar serta bahaya penggunaan bahan haram ini setelah mengikuti penyuluhan ini, sebelumnya mereka hanya mendengarkan berita tentang narkotika dari artis-artis yang tertangkap menggunakan atau menyalagunakan narkotika dan psikotropika.

” Penyuluhan akan bahaya narkotika dan psikotropika kiranya jangan berhenti hanya disebabkan oleh pandemik Covid 19. Karena diluar sana para pengedar tetap menjalankan aksinya. ” Ucap Siswa

Sehingga perlu diadakan penyuluhan terus menerus secara kontinue guna menekan korban akibat penyalahgunaan bahan haram ini.

” Baik dikalangan masyarakat khususnya dikalangan siswa, sekaligus mendukung program pemerintah untuk Indonesia bebas Narkotika dan psikotropika. ” Tutupnya

Kegiatan diakhiri dengan pemberian kuis dan foto bersama menolak menggunakan dan menjadi penyuluh bagi teman sejawat akan bahaya narkotika dan psikotropika

(Hardin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *