PINRANG, RRN—Pada pelaksanaan Ujian Nasional 2018 untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) dikeluhkan mengenai sulitnya soal-soal yang diberikan. Kementerian Pendidikan sudah mulai menerapkan standar international yang memerlukan daya nalar tinggi atau High Order Thingking Skills (HOTS), Peserta didik diharapkan mencapai berbagai kompetensi yang sesuai dengan HOTS.
Dan Kompetensi tersebut adalah berpikir kritis (critical thingking), kreatif dan inovasi (creativity and innovation), ketrampilan berkomunikasi (communication skill), keterampilan bekerja sama (collaboration), dan kepercaan diri (confidence). Kelima keterampilan ini merupakan kecakaan siswa yang diperlukan dalam abad ke 21.
Peningkatan keterampilan tingkat tinggi ini juga diharapkan dapat meningkatkan peringkat peserta didik Indonesia pada lembaga pemeringkatan international seperti PISA (Programme for International Students Assessment dan TIMSS (Trend in International Mathematics and Science Study (Ariyana, Pudjiastuti, dan Bestary, 2018).
Lanjut, Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting yang menetukan keberhasilan peserta didik. Guru memiliki kedudukan yang sangat strategis untuk dapat mengambil keputusan dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Guru diharapkan dapat merencanakan pengalaman belajar yang akan ditumbuhkan kepada peserta didik, membimbing peserta didik, mengorganisasi sistem pembelajaran di kelas, mengevaluasi dan banyak lagi hal yang lain (Furchan, 1982).guru guru menentukan keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran. Untuk mempersiapkan peserta didik agar keterampilan berpikir tingkat tinggi mereka dapat meningkat maka guru perlu dibekali dengan pemahaman dan keterampilan dalam mengajar. Ada tiga kegiatan pokok yang dilakukan oleh guru dalam mengajar yaitu:
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi. Ketiganya merupakan hal yang sangat penting dan saling terkait.
Hasil observasi dan wawancara, tim pengabdi yang terdiri dari Dr. Muhammad Anwar, M.Si. (Ketua Tim Pengabdi), Drs. Alimin, M.S. (Anggota Tim pengabdi), dan Hardin, S.Si., S.Pd., M.Pd (Anggota Tim pengabdi) telah memperoleh informasi bahwa para guru di SMKN 4 Pinrang tersebut sangat berharap akan ada kegiatan pelatihan pembuatan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Mereka secara terbuka mengakui bahwa instrumen evaluasi berbasis HOTS sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Pemahaman dan keterampilan pembuatan instrumen evaluasi berbasi HOTS sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang selanjutnya akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Oleh karena itu, kegiatan PKM ini berupa pelatihan pembuatan instrumen evaluasi berbasis HOTS menjadi sangat penting dan mendesak untuk dilakukan di SMKN 4 Pinrang demi kelancaran terlaksananya program pemerintah yakni terselenggaranya proses pembajaran yang efektif di sekolah-sekolah dalam lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga tenaga pengajar dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar yang berlatar sains kimia dan pendidikan kimia.
Tim pelaksana ini sudah berpengalaman dalam berbagai kegiatan pengabdian pada masyarakat, misalnya melatih guru SD dalam menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penilaian berdasarkan K-2013, melatih guru IPA SMP dan guru Kimia dalam menyusun buku ajar, proposal dan laporan PTK, pelatihan penyusunan soal-soa IPA SMP bertaraf nasional, dan pelatihan RPP dan silabus tingkat SMP dan SMA, serta menjadi Tim Instruktur PPG UNM untuk sertifikasi Guru-Guru. Oleh karena itu, tim pelaksana kegiatan PKM ini bersama guru-guru dan kepala SMKN 4 Pinrang sebagai mitra dalam kegiatan ini telah menentukan persoalan prioritas yang harus diselesaikan yaitu pelatihan pembuatan instrumen evaluasi berbasis HOTS.
(Hardin)







