SMAN 7 Pinrang, Sambut Hari Sumpah Pemuda Dengan Berbagai Lomba Tradisional

oleh -

PINRANG, RRN— Siswa SMAN
7 Kab.Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan menyambut Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang ke- 91, Senin (28/10/2019), dengan me laksanakan Berbagai lomba di dalam Lokasi sekolahnya.

Waka Kesiswaan SMAN 7 Pinrang Muhammad Asrul, S.Pd menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan lomba kita laksanakan upacara bendera dan di lanjutkan berbagai perlombaan, diantaranya lomba mendongeng tentang peran Pemuda dalam perjuangan kemerdekaan, lomba Mading, lomba Poster, Fashion busana daerah serta Lom ba Keberhasilan dan Keindahan kalas yang diikuti siswa dari seluruh kelas di sekolah ini,”ujar Asrul”.

Ditempat yang terpisah Kepala SMAN 7 Pinrang Drs.Ikhwan Matu, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan dalam mem peringati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, setiap tahun kita laksanakan.

“Lomba Fashion Busana Daerah yang ditampilkan oleh siswa kami adalah memperlihatkan berbagai aneka ragam busana di seluruh daerah di Indonesia sebagai pemersatu budaya dari Sabang sampai merauke.

Kegiatan dari lomba-lomba ini, menurutnya akan memberikan pelajaran kepada siswa untuk bersatu tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas, sebagaimana para pemuda di masa penjajahan yang bersatu untuk kemerdekaan Indonesia.

Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda sendiri memberikan pelajaran kepada para siswa bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan pemuda.

“Kami tanamkan kepada siswa bahwa persatuan & kesatuan sangat penting, kalau pemuda Indonesia tidak mau bersatu, maka Indonesia tidak akan merdeka,”cetus nya.

Para pemuda saat ini diharapkan akan menjadi pemimpin kedepannya di Pinrang hingga ke tingkat nasional.

Ia menceritakan, dahulu para pemuda hanya mempertahankan daerahnya masing-masing, namun setelah perjuangan yang cukup panjang mempertahankan daerah, mereka akhirnya memutuskan untuk sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan akhirnya merdeka pada Tahun 1945.

“Di Pinrang dan seluruh daerah Propinsi Sulawesi selatan ada banyak perbedaan, masing-masing boleh pertahankan budaya asal tetapi harus ingat kita selalau tetap satu Indonesia,” cetus Ikhwan Matu.

Pada saat perlombaan, terlihat masing-masing kelas menampilkan berbagai busana lengkap dengan pakaian dan aksesoris khas daerah Sulawesi selatan yaitu Toraja, Bone, makassar hingga berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah kami, saat ini membina siswa sebanyak 700 orang dan Tenaga Pengajar, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 30 Guru di tambah tenaga pengajar yang masih Honorer sebanyak 18 Guru, urai Ikhwan Matu yang akrab dengan wartawan ini.

(GAZALI RASYID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *