PANGKEP, RRN – Pemerintah Desa Coppo Tompong, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan Tahun 2028, Kamis (30/7/2026), di Aula Kantor Desa Coppo Tompong.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Mandalle yang diwakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Salama, S.Sos., Kepala Puskesmas Kecamatan Mandalle Hj. Murniaty serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mardini. Hadir pula pemerintah desa, kepala dusun, ketua RK dan RT, bidan desa, kader Posyandu, serta berbagai unsur masyarakat.
Membuka Rembuk Stunting Kepala Desa Coppo Tompong yang di wakili Sekretaris Desa Harniati, S.Sos mengatakan bahwa Rembuk Stunting bukan hanya menjadi forum untuk memenuhi tahapan perencanaan desa tetapi juga menjadi ruang musyawarah dalam merumuskan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, gagasan, serta usulan yang konstruktif agar program yang disusun benar-benar mampu mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting di Desa Coppo Tompong. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan desa.” Jelasnya.
Diskusi dalam rembuk dipandu oleh Lalu Muliadi, S.Pd.I., M.Pd., selaku Pendamping Desa Kecamatan Mandalle. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan wadah untuk menyepakati berbagai program prioritas dalam upaya percepatan penurunan stunting yang selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam dokumen RKPDes Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan Tahun 2028.
Mewakili Camat Mandalle, Salama, S.Sos. menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi prioritas pembangunan desa. Menurutnya, seluruh pihak harus bersinergi agar setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Rembuk Stunting bukan sekadar agenda tahunan, tetapi forum strategis untuk memastikan perencanaan pembangunan desa berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Mandalle, Hj. Murniaty, mengingatkan pentingnya upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga usia balita melalui pemenuhan gizi, layanan kesehatan yang optimal, sanitasi yang baik, serta edukasi kepada keluarga.
“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan, dan edukasi kesehatan akan sangat membantu meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mardini, menjelaskan bahwa hasil Rembuk Stunting akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pembangunan desa yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia berharap seluruh usulan yang disepakati dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur, tepat sasaran, serta didukung penganggaran yang memadai sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta menyampaikan berbagai usulan, mulai dari penguatan layanan Posyandu, peningkatan kapasitas kader kesehatan, penyediaan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, edukasi pola asuh, hingga peningkatan sanitasi lingkungan.
Dengan terselenggaranya Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Coppo Tompong berharap perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

( Andi Baso ?






