Gubernur Sulsel Kaitkan Ormas Dalam Pembahasan Kontrak Karya PT. Vale, Ketua Forum Fokal Angkat  Bicara!

LUTIM, RRN – Seperti yang di ketahi kontrak karya PT. VI yang akan berakhir pada tahun 2025 mendatang, H. Andi sudirman S.T gubernur sulsel di rapat dengar pendapat (RDP). Di komisi VIII DPR RI. kamis 8/9/22 lalu, sempat menyebutkan kesepakatan bersama Ormas seluwuraya.

Risten pata allo ketua forum komunikasi anak lokal (FOKAL) saat di jumpai oleh wartawan radarreportasenews.com mengungkapkan. Mengutip dari kalimat gubernur sulsel “kami tidak ingin menjadi miskin di daerah kami yang kaya raya” Risten p berpendapat mendukung penuh atas kalimat tersebut, dan mengungkapkan sedikit memperkecil skala kalimat tersebut.

“masyarakat yang kami maksud yaitu masyarakat yang berada pada lingkaran tambang, yg secara langsung terdampak atas kegiatan pertambangan” Inbuhnya lebih lanjut.

“Yah memang betul beberapa masyarakat masih banyak yang berharap dan membutuhkan pekerjaan guna meningkatkan taraf ekonomi mereka.

Tetapi yang terjadi saat ini, beberapa kontraktor yang berada di bawah naungan PT Vale malah lebih memprioritaskan tenaga kerja dari luar maka dampak nya masyarakat dari wilayah pemberdayaan sering melakukan aksi demonstrasi yah…Kebanyakan isunya hanya karena tenaga kerja yang digunakan salah sasaran atau lebih prioritas yang dari luar. ” Pungkasnya

Lebih lanjut Risten p menambahkan bahwa, keberadaan PT. Vale di luwu timur ini sangat berdampak baik bagi perekonomian dan memiliki nilai yang lebih di bandingkan dengan pertambangan perusahaan asing, terlebih lagi dari sektor lingkungan.

“Terkait dengan kegiatan pertambangan PT. Vale kami juga berharap supaya kedepan kontrak karya PT. Vale akan di perpanjang.

Menghitung dari sekian banyak keluarga yang berada di luwu timur masih bergantung pada PT. Vale. Selain dari itu terutama juga penerapan savety pada tenaga kerja PT. Vale, bagi saya sangat baik yang saya katakan memanusiakan manusia.

Dan juga dari sektor lingkungan kami bersyukur karena alam kami tidak hancur contohnya seperti danau Matano sampai saat ini, masih terjaga kejernihan nya.

Apalagi danau Matano termasuk yang di jadikan masyarakat menjadi sumber air minum. jika di bandingkan dengan perusahaan asing lainnya, seperti di sungai malili saat ini sudah sangat berbeda, inilah yang kami takutkan jikalau nantinya EX PT. Vale di kelolah oleh pihak lain. ” Ucap Risten p

Risten p juga memberikan harapan kepada PT. Vale dalam menjalankan regulasi nya dan mengimplementasikan amanah kontrak karya PT. Vale dalam pemberdayaan masyarakat lokal.

” Saya berharap agar PT. Vale dapat lebih memberikan pengawasa kepada kontrak di bawah naungan nya untuk dapat lebih memprioritaskan masyarakat lokal dan pribumi terlebih dahulu. Karena selama ini PT. Vale telah berkontribusi dengan baik tetapi para kontraktor dan oknum tertentu biasanya ber ulah. Yah mungkin juga karena ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, ataukah ada kepentingan pribadi yang terselip.” Ujar risten p.

Forum fokal juga akan selalu mengawal atas kebijakan-kebijakan yg dilakukan PT Vale dan pemerintah dalam mengawal laju pertumbuhan ekonomi, SDM, pendidikan, infrastruktur yang ada di Luwu timur dan terkhusus ny di area lingkar tambang.

(Fadel.A)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *