Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM Latih Ibu-Ibu Petani Salak, Mengolah Buah Salak Menjadi Berbagai Macam Olahan Makanan Dan Minuman Menyehatkan 

oleh -

PINRANG, RRN—Salak (Salacca zalacca) adalah sejenis tumbuhan palma yang buahnya bisa dimakan. Buah ini disebut juga dengan  snake fruit karena kulit buahnya seperti sisik ular.

Pohon buah salah adalah palma perdu atau hampir tanpa memiliki batang dengan duri yang sangat banyak. Di Indonesia terdapat beberapa jenis salak, seperti salak bali, salak condet, salak gading, salak penjalinan, salak sidempuan dan salak pondoh. Buah salak banyak mengandung senyawa kimia yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antiseptic, seperti betakaroten, fitonutrien, dan potassium.

Kandungan gizi buah salak sangat bagus, yaitu mengandung  asam askorbat (vitamin C), anti oksidan, zat besi, kalium dan kalsium serta senyawa aktif yang diketahui dapat mencegah penyakit kanker, dan disinyalir dapat mengatasi anemia. Kandungan vitamin C pada buah salak cukup tinggi mencapai 10,0%/100g. Buah salak juga berkhasiat untuk mencegah kanker dan disinyalir dapat mencegah anemia.

Dengan melakukan inovasi teknologi pangan, buah salak dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti sari sirup buah salak, manisan buah salak, selai, buah kalengan, maupun pudding buah salak.

Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang merupakan salah satu Kabupaten penghasil buah salak terdapat perkebunan buah salak yang cukup luas, Lahan perkebunana buah salak yang digunakan petani, sekitar 90% adalah lahan milik sendiri yang telah diwariskan dari orang tua yang tersebar di seluruh wilayah desa.

Produksi buah salak yang dihasilkan pasca panen sangat melimpah namun, selama ini pemanfaatan buah salak masih terbatas buah salak tersebut hanya dimanfaatkan sebagai buah saja karena minimnya pengetahuan masyarakat untuk mengolah buah salak menjadi inovasi baru. Selain itu sebagian besar buah salak hanya terbuang sia-sia sebagai limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis.

Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan usaha untuk lebih memanfaatkan potensi buah salak yang belum dimanfaatkan tersebut dengan mengadakan pelatihan pembuatan sirup salak, manisan salak dan pudding salak sebagai produk makanan inovatif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomis dari buah salak. Adapun pelatihan yang akan diberikan adalah pelatihan pembuatan sirup, manisan dan puding dari buah salak. Pelatihan ini diharapkan dapat menja

di alternatif usaha peningkatan pendpatn masyarakat petani Kelurahan Tonyamang, kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang  melalui kelompok usaha kecil menengah.

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi yang terdiri dari Dr. Sugiarti, M.Si., (Ketua Tim Pengabdi) Dr. Halimah Husain, M.Si (Anggota Tim Pengabdi) dan Maryono, S.Si. Apt. M.M (Anggota Tim Pengabdi) pada kegiatan PKM ini melakukan diskusi terbuka dengan mitra tentang karakteristik buah salak, kandungan gizi, manfaatnya bagi kesehatan, mambahas tentang cara penanganan buah salak pasca panen agar bertahan lama, sehingga pembuatan berbagai produk olahan dapat berkesinambungan dan memberikan pelatihan dan bimbingan yang tepat diversifikasi produk olahan buah salak, yaitu pembuatan manisan salak, sirup salak dan puding salak.

Kegiatan pelaksanaan PKM ini salah satu usaha untuk mengupayakan agar masyarakat mengerti dengan sadar pemanfaatan potensi buah salak.

pelatihan dimulai dari observasi lokasi hingga pelaksaan pelatihan, dimana pada saat pelaksaan pelatihan, dimulai pengenalan buah salak yang dapat diolah menjadi sirup salak, manisan salak dan pudding salak sebagai pengganti jajanan yang menyehatkan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Karta (2015), salak memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.

Salak memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, serta antioksidan. Sehingga dengan kandungan gizi yang dimiliki buah salak dapat meningkat pemanfaatan buah salak secara optimal sesuai yang diharapkan.

Kecamatan Patampanua, kabupaten Pinrang dapat meningkatkan komoditas buah salak dan menjadi sentra industri pengolahan pangan berdaya jual dari bahan baku buah salak, khususnya sirup salak, manisan salak dan pudding salak yang dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Tahap ini bertujuan sebagai gambaran awal rencana program PKM pada masyarakat serta meningkatkan minat masyarakat untuk bekerjasama membuat sirup salak. Indikator keberhasilan tahap ini yaitu dapat dilihat dari hasil respon masyarakat selama proses pelaksanaan peltihan berlangsung.

Pengenalan buah salak menjadi aneka jajanan bertujuan untuk memberikan pemahaman secara teori terhadap masyarakat sasaran sehingga masyarakat siap untuk melaksanakan praktek pemanfaatan buah salak yang memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam proses produksi hingga pemasaran.

Pelaksanaan PKM ini diukur melalui pemanfaatan buah salak oleh masyarakat serta pemasarannya secara berkelanjutan dan juga meningkatnya warga masyarakat yang berproduksi dan membudidayakan tanaman salak sebagai bahan baku.

Indikator keberhasilan PKM didapatkan solusi dari permasalahan tersebut dan menjadi acuan untuk ke depannya dan juga terus berkembang dan berjalannya program ini. Selain itu indikator keberhasilan lainnya adalah naiknya pendapatan rata-rata perkapita kecamatan Patampanua.

(Hardin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *