LUTIM, RRN – Kegiatan tanam pohon dalam rangka memperingati terbentuknya organisasi WTC yang genap berusia 7 tahun, sebanyak 700 bibit pohon kayu ditanam di dua kawasan hutan, yaitu Bulu Pinsimoni dan Padang Annuung’e.
Lanjut, Peduli lingkungan hidup oleh pemerintah desa Manurung, Kecamatan Malili ini, bersama dengan organisasi pemuda desa setempat yang tergabung dalam Pejuang Muda Wija To Cerekang (WTC) menggelar aksi tanam pohon dikawasan hutan adat cerekang, Minggu (26/02/2023).
Dan Alhamdulillah, kesadaran pemuda cerekang yang tergabung dalam WTC ini patut diapresiasi dalam menjaga kelestarian hutan adat cerekang, kami pemerintah desa akan terus memberikan dukungan penuh kepada mereka, ada sekitar 700 bibit pohon yang telah ditanam, dan ini tentunya didukung oleh semangat pemuda, Ucap Irwan, Kades Manurung ke media ini.
Dan Penanaman bibit pohon ini juga melibatkan 102 orang Siswa SMK Kehutanan Makassar yang sedang melakukan studi lapangan di Luwu Timur.Dinas Lingkungan Hidup Lutim Dan Manggala Agni juga terlibat, dengan mengusung tema *MENJAGA HUTAN MENJAGA KEHIDUPAN*.
Disamping menjaga kelestarian hutan adat, penanaman pohon juga dimaksudkan sebagai penanda batas wilayah hutan adat cerekang, agar masyarakat bisa mengetahui letak tapal batas kawasan tersebut.
“Pohon yang ditanam oleh siswa-siswi SMK kehutanan dan PM WTC sebagai penanda alam batas kawasan hutan adat cerekang”ujar Irwan.
“Penanaman pohon ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan terutama hutan dan mencegah perubahan iklim yang semakin ekstream”, ucapnya.
Penanaman bibit pohon ini juga, Lanjut Irwan sebagai dukungan atas program Bupati Luwu Timur, Peduli Ki, Saya Jaga Ki’, sehingga kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa dan pemuda WTC dan masyarakat desa Manurung berjalan dengan baik.
(AHs)






