JAKARTA, RRN—Plt Camat Ciracas,Mamad,SKM.MM mengatakan Usaha telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Senin (21/10/2019).
Plt Camat Ciracas menyampaikan ke PPSU team orange disela sela penyuluhan di kantor Kelurahan Kampung Rambutan, dan acara penyuluhan itu di hadiri Lurah, kasie PPSU dan team orange dari PPSU, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan, seperti Membuang sampah pada tempatnya Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat.
Akibatnya, sampah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos.
Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
Mamad menambahkan Penanggulangan limbah industri Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan.
Dengan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem. Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk.
Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.
Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik.
Selain itu juga disarankan dapat menggunakan Eco Racing, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
Penghijauan dan Penanaman Pohon
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer,”Pungkasnya”.
Disela waktu bersamaan ditempat yang sama Wahyudin dari PT. Bandung Eco Sinergi Tekhnologi mengatakan Eco Racing merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang Perdagangan dan Jasa. Eco Racing memperkenalkan sebuah produk Ramah lingkungan, satu-satunya octane Booster polusi gas CO hingga 100%.
Eco Racing Dan Eco Diesel Solusi Perawatan mesin dapat menghemat bahan bakar dan menghilangkan polusi.
Terbuat dari bahan 100% organik, hasil penelitian dari Sarjana ITB, Telah melakukan uji emisi di Dishub kota Bandung dan kota besar lainnya di Indonesia, Terbukti mengurangi emisi kendaraan hingga 100%, Telah melalui pengujian di beberapa laboratorium ternama.
Wahyudin mengatakan Eco Racing dapat meningkatkan kwalitas BBM 5-10 Ron (bensin) dan dapat meningkatkan 2-5 CN (Solar). Memberikan perawatan mesin dari mulai kerak, busi, tangki, ruang bahan bakar bersih dan juga dapat melindungi mesin dari gesekan (dengan Nano Teknologi).
Lanjut, Menyempurnakan pembakaran; menghilangkan knocking (ngelitik), Menambah tenaga dan akselerasi.
Dan Yang tidak kalah penting dapat menghemat biaya pengeluaran; menghemat BBM hingga 50%,memperpanjang usia pakai oli hingga 3x lipat.Satu hal yang perlu kita ketahui dalam acara penyuluhan ini bahwa Eco Racing sangat Ramah lingkungan dengan menghilangkan polusi gas CO hingga 100% dan dapat menghilangkan polusi gas sulfur (SO2) hingga 99%.Pungkasnya.
(RWN)







