Ketua Baznas Enrekang Ilham Kadir Terima Tiga Da’i Muda Tugas DDII Pusat

ENREKANG, RRN (20.08.2025) — Ketua Baznas Enrekang, Dr. Ilham Kadir, secara resmi menerima kedatangan tiga da’i muda hasil penugasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat. Prosesi penerimaan berlangsung di depan kantor Baznas Enrekang, Rabu (20/8/2025).

Sebelumnya, DDII Pusat menggelar acara pelepasan 225 da’i muda terbaik, jumlah terbanyak sepanjang sejarah penugasan, di Gedung Nusantara V, Komplek DPR MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Acara bertajuk “Dengan Semangat Kemerdekaan, Membangun Peradaban dari Pedalaman” ini menegaskan komitmen dakwah Islamiyah dalam membangun bangsa melalui pendidikan, pencerahan, dan pelayanan umat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Bacaan Lainnya

Acara pelepasan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya:
• Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A, Wakil Ketua MPR RI
• Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI
• Dirjen Pembangunan & Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, ST.MM, mewakili Menteri Transmigrasi RI
• Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P, Ketua BRMP Pascapanen Pertanian mewakili Menteri Pertanian RI
• Ir. H. Muhammad Noor Rifani, S.H., S.T., M.T, Bupati Tabalong
• Dato’ Aneng, Bupati Kabupaten Anambas
• Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec, Pimpinan Baznas RI.

Dari total 225 da’i muda tersebut, tiga orang ditugaskan di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Enrekang dan Tanah Toraja. Mereka diterima langsung oleh Ilham Kadir, yang juga Sekretaris DDII Sulsel sekaligus Wakil Ketua Baznas Enrekang.

“Kehadiran para da’i ini menjadi energi baru bagi penguatan dakwah di wilayah pedalaman. Selain berdakwah, mereka akan mendampingi masyarakat dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan umat,” ujar Ilham Kadir.

Dengan penempatan ini, Enrekang menjadi salah satu daerah prioritas dakwah yang mendapat perhatian DDII Pusat. Para da’i akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk menguatkan nilai-nilai keislaman, sekaligus membantu pembangunan peradaban di tengah masyarakat pedesaan dan daerah pelosok.

(Yudi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *