MAKASSAR, RRN – Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, Sulawesi Selatan tidak luput dari ancaman serius: penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, dan kemerosotan moral generasi muda. Dalam kondisi inilah kehadiran BNM RI (Brantas Narkotika dan Maksiat Republik Indonesia) DPD Sulsel menjadi sangat relevan dan strategis.
Dipimpin oleh Hamka Hamid, BNM Sulsel hadir sebagai garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkotika dan maksiat, sekaligus menjadi motor penggerak kesadaran moral di tengah masyarakat. Organisasi ini tidak hanya bicara, tetapi bergerak—membumi dan menyentuh langsung kehidupan rakyat hingga ke lorong-lorong dan pelosok desa yang selama ini luput dari perhatian aparat.
Hamka menyatakan bahwa saat ini Sulsel sedang menghadapi situasi yang mengkhawatirkan: maraknya tempat hiburan malam ilegal, peredaran minuman keras tanpa izin, serta penjualan obat-obatan terlarang yang bebas diperoleh di apotek tanpa resep. Belum lagi fenomena “passobis”, tempat terselubung yang menjadi sarang narkoba dan maksiat.
> “Ini bukan lagi sekadar masalah moral, ini darurat sosial dan kemanusiaan. BNM tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kekuatan kolektif—rakyat, tokoh agama, pemuda, pemerintah, dan media,” tegas Hamka.
Langkah Nyata dan Strategis
Sebagai respons konkret, BNM Sulsel meluncurkan program Seminar Bahaya Narkoba dan Maksiat di setiap kabupaten/kota, disertai penyuluhan untuk usia dini guna membentengi generasi muda dari pengaruh destruktif.
BNM juga mendorong pembentukan Posko BNM di setiap wilayah, sebagai basis penggerak lokal dan tempat pengaduan masyarakat yang terbuka 24 jam untuk laporan pelanggaran, penyalahgunaan narkoba, hingga indikasi kemaksiatan.
Kolaborasi Media: Pilar Kesadaran Publik
Dalam semangat sinergi, BNM RI DPD Sulsel secara terbuka mengajak seluruh media—baik online maupun televisi lokal dan nasional—untuk bergabung dalam setiap kegiatan di wilayah Sulsel.
> “Media adalah jantung informasi publik. Kami butuh media sebagai mitra utama dalam perjuangan ini,” ucap Hamka.
Mengusung Pendekatan Humanis dan Religius
BNM Sulsel tak hanya fokus pada pendekatan hukum. Organisasi ini juga aktif membangun kesadaran spiritual dan nasionalisme melalui kemitraan dengan tokoh agama, komunitas lokal, sekolah, dan kampus. Nilai-nilai keimanan dan cinta tanah air dipadukan sebagai benteng kuat melawan perusak bangsa.
> “Narkotika dan maksiat bukan hanya masalah individu. Ini ancaman sistemik terhadap masa depan bangsa. Dan tanggung jawab menjaga moral bukan hanya tugas negara, tapi amanah kita semua,” tegas Hamka.
Ajakan Terbuka untuk Generasi Muda
BNM RI DPD Sulsel membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin terlibat langsung. Hamka menyerukan agar kaum muda tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pelopor perubahan di lingkungannya.
Perjuangan BNM RI DPD Sulsel telah memberi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari akar. Dari lorong-lorong kota hingga pelosok desa, dari bilik kesadaran hingga panggung kebijakan. Kini, waktunya seluruh elemen bangsa bersatu.Tutupnya.
(***)






