KOTA PALOPO, RRN – – Anggota Komisi I DPRD Kota Palopo Aris Munandar mengkritik peran media di daerah tempatnya bekerja, yang dikatakannya tidak kritis lagi terhadap kebijakan pemerintah setempat, saat melakukan studi banding ke Denpasar, Bali beberapa waktu lalu.
Menurut Aris Munandar anggota DPRD Palopo, hal tersebut dikarenakan adanya Kerja sama antara media dan Pemerintah Kota (Pemkot) yang dinilainya sebagai penyebab tumpulnya peran kontrol dari media.
Spontan pernyataan itu mendapat respon dari pelaku media. Pemimpin Redaksi (Pemred) Celebes Times Dedy Ariyanto sangat menyesalkan ungkapan tersebut.
” Tentu sangat disayangkan ungkapan dari anggota DPRD Palopo yang terhormat ini. Dari aspek dan sudut pandang mana yang tidak dikritik oleh pelaku media di Palopo. Apakah dari segi infrastruktur, atau yang mana, perjelas dulu lah,” kata Dedy Ariyanto yang akrab di sapa Awi Celebes
” Menerbitkan berita di media kita harus berdasarkan kode etik jurnalis, pedoman media siber (media online) dan UU No 40 tahun 1999 Tentang pers. Nah sekarang sebagai lembaga pengawas dan kontrol kebijakan pemerintah terkait penggunaan APBD, sudah berapa kebijakan pemerintah yang telah dikritik oleh DPRD Palopo,” tambahnya
“Saya tantang anggota DPRD Palopo yang bersedia wawancara blak-blakan mengkritik kinerja pemerintah, dan menujukkan data-datanya melalui media,” tegasnya
Lanjut Awi Celebes, saat ini musim hujan, beberapa wilayah dalam Kota Palopo terendam air, seperti Jalan Ambe Nona, Opu Tosapaile, Jl. Andi Djemma, Jl. Ahmad Dahlan, Jalan Rambutan dan beberapa daerah lainnya, yang sudah langganan banjir tiap tahun, dan menjadi keluhan warga Palopo, kenapa itu tidak di kritik oleh pihak DPRD.
” Kenapa pihak DPRD Palopo tidak menyoal genangan air yang tiap tahun terjadi, dimana pemkot telah melakukan perbaikan drainase, lalu kemudian masih saja terjadi genangan air setiap kali hujan deras turun, ini jelas-jelas merugikan masyarakat,” tutur Awi Celebes.
Sekedar diketahui, media adalah wadah tempat wartawan/jurnalis menuangkan karya tulis hasil liputannya, sehingga siapa saja narasumber yang berkompeten bisa jadi narasumber memberikan tanggapan, komentar dan kritikannya, termasuk anggota DPRD Palopo.
Sementara itu Kepala Biro Sulsel /Palopo, media RadarReportaseNews. Co. Id., Andi. Polyogama Anthon., yang biasa disapa Bang yoga, menambahkan bahwa steament legislator itu mendiskriminasikan perusahaan media yang ada di Kota Palopo.
(**)






