Desa Wara Kab Luwu Utara Masih Terendam Banjir, 497 KK Terisolir

LUWU UTARA  RRN- Pasca Banjir Bandang, yang melanda Kab Luwu Utara 13/07/2020 lalu, mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kelumpuhan total termasuk di Kec Malangke Barat, Desa Wara.

Hingga hari ini, kawasan pemukiman masih terendam banjir hingga di atas lutut orang dewasa menyebabkan aktivitas, keseharian penduduk yang mayoritas petani, lumpuh total. Karena, lahan yang menjadi sumber pencaharian masyarakat rusak diterjang banjir bandang.

Dari data yang dihimpun oleh Tim media RadarReportaseNews. Co. Id, pada hari Jumat di lokasi 07/08/2020, ada sekitar 497 KK Desa Wara yang berdampak banjir dan sebanyak 250 KK berada di pengungsian yang tersebar di beberapa tempat di luar Kab Luwu Utara seperti Kab Luwu dan Kota Palopo, dan sebahagiannya masih bertahan di lokasi banjir.

Basruddin, Kepala Desa Wara Kec Malangke Barat Kab Luwu Utara ketika di temui di posko induk pengungsian di Dusun Labou, mengatakan bahwa kondisi yang ada di daerah kami sangat memprihatinkan.

Karena, kawasan pemukiman dan areal pertanian masyarakat, rusak total terutama untuk sektor pertanian jangka pendek, seperti jagung, dan tanaman nilam. ” Ujar Basruddin,

Ada 205 rumah penduduk di duga rusak  total, rumah ibadah 7 unit, dan 1 unit sekolah, dan fasilitas perintah lainnya. Ungkap Kades Wara.

Lebih lanjut lagi Kades Wara berharap, perhatian Pemerintah Daerah terhadap masyarakat yang ada di Desa Wara yang kurang lebih 2.237 jiwa. Kiranya, dalam pasca banjir bandang agar ada perhatian lebih terhadap warga yang ada disini.

Karena, pemulihan bencana butuh waktu lama sehingga kelangsungan hidup masyarakat bisa di perhatikan. ” Imbuhnya

Sementara itu warga Dusun Labou Fatma, kemedia ini, juga mengungkapkan bahwa pasca banjir bandang kami hanya berharap dari bantuan para donasi.

Yang dengan ikhlas, walaupun mereka harus jalan kaki hingga di posko induk pengungsian di Desa Wara. Alhamdulillah hari ini, kami dapat bantuan dari Family FKJ Kota Palopo.” Tuturnya

(Hrm/By)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *