LUTIM, RRN – Keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada aturan dan prosedur, tetapi juga pada kemampuan pengawas dalam menerjemahkan setiap ketentuan menjadi tindakan nyata di lapangan. Perspektif tersebut menjadi salah satu fokus PT Citra Lampia Mandiri saat menggelar Refresh Training Pengawas Operasional bagi para Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis, Selasa (18/7/2026).
Pelatihan ini menjadi ruang untuk memperbarui pengetahuan sekaligus mengevaluasi kembali peran pengawas dalam mengendalikan aktivitas operasional. Materi yang diberikan mencakup penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan risiko, pengawasan kegiatan operasional, hingga kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi pertambangan yang berlaku.
Bagi seorang pengawas, pemahaman terhadap aturan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengambil keputusan di lapangan. Karena itu, refresh training tidak sekadar mengulang materi yang pernah dipelajari, tetapi diarahkan pada bagaimana kompetensi tersebut diterapkan ketika menghadapi kondisi kerja yang dinamis.
Peserta memperoleh pembekalan melalui pemaparan materi, diskusi, studi kasus, serta pertukaran pengalaman mengenai berbagai persoalan yang muncul dalam aktivitas pengawasan. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk membahas cara mengenali potensi bahaya, melakukan pengendalian risiko, serta menerapkan prinsip keselamatan secara tepat dalam pekerjaan sehari-hari.
Salah satu perhatian utama dalam pelatihan adalah kemampuan pengawas menerapkan hazard identification, risk assessment, and risk control (HIRARC). Kemampuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan potensi bahaya dapat dikenali sejak awal dan dikendalikan sebelum berkembang menjadi insiden.
Selain aspek teknis, pelatihan juga menyoroti peran pengawas sebagai pemimpin keselamatan di lapangan. Pengawasan aktif, coaching kepada pekerja, penerapan disiplin K3, investigasi kecelakaan, serta pelaporan insiden menjadi bagian dari kompetensi yang terus diasah.
Amran, ST., Superintendent HRGA PT Citra Lampia Mandiri, mengatakan bahwa posisi pengawas memiliki pengaruh langsung terhadap penerapan standar keselamatan dalam kegiatan operasional.
“Pengawas operasional memiliki peran strategis dalam memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keselamatan. Melalui refresh training ini, kompetensi dan kepedulian terhadap K3 terus diperkuat sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional perusahaan.”
Pelatihan tersebut juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman antar-pengawas, terutama dalam penerapan prosedur kerja aman, permit to work, sistem tanggap darurat, serta mekanisme pengawasan di area kerja masing-masing.
Dari sisi regulasi, pembaruan kompetensi juga berkaitan dengan perkembangan ketentuan keselamatan pertambangan, termasuk Kepmen ESDM, Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba, serta kebijakan internal perusahaan. Peserta turut dipersiapkan untuk menghadapi proses audit dan inspeksi, baik internal maupun eksternal, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan aspek keselamatan pertambangan.
Dengan demikian, refresh training memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan pembaruan kompetensi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengawasan sekaligus memastikan para pengawas mampu mengikuti perubahan regulasi dan tantangan operasional.
Dari penguatan kapasitas pengawas, PT Citra Lampia Mandiri terus berupaya membentuk lingkungan kerja yang disiplin, aman, dan produktif. Pengawasan yang efektif pada akhirnya menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan operasional dan meningkatkan kualitas kinerja perusahaan.

(***)






