Mengubah Mindset Masyarakat, Bahwa KUA Bukan Hanya Tempat Nikah

oleh -372 views

BARRU, RRN-Kantor Urusan Agama atau KUA selama ini secara umum dikenal masya rakat hanya sebagai tempat orang menikah.Padahal KUA memiliki peran yang lebih lu as sesuai pungsi dan tugas pokok diantaranya adalah pe layanan Munakahat,Perwaka fan,Zakat,Ibadah sosial,kepe nyuluhan dan sebagainya.

Kepala Kntor Urusan Agama (KUA)Kecamatan Barru,Muh Idris.S.Ag.M.Pd menyampai kan bahwa peran dalam me njaga akidah dalam Islam itu Al-Su nnah Waljamaah,juga berkonsolidasi dgn tokoh-to koh seagama maupun lintas agama namun masih beror entasi sekitar 60 % terhadap pernikahan.

Idris juga menambahkan ba hwa jumlah pemohon calon pengantin dalam tiap bulan nya kurang lebih 370 psang, setelah sepuluh hari pemoh on memasukkan berkas ma ka calon pemohon pengant in diberikan bimbingan,nase hat dan maknah dalam perni kahan dan dilaksanakan di kantor KUA,baik secara per orangan maupun berkelompok.

Adapun biaya yang dikeluark an oleh seorang calon penga ntin,bila calon pengantin Mel aksanakan pernikahan diluar kantor hrus membayar biaya 600 rb,dan pembyaran Lang sung distor ke Bank yang tel ah ditunjuk oleh pemerintah yaitu,BRI,MANDIRI,BNI dan BTN yang distor langsung ol eh calon pengantin,atau ya ng disebut PNBP (Penerima an Negara Bukan Pajak).

Sedangkn jika nikah di Balai Nikah pada hari kantor dan jam kantor itu dikenakan biaya Nol rupiah atau gratis kepada calon pengantin.

Idris pun berharap dengan adanya perubahan ke arah modern dalam penyampaian dakwah pada masyarakat. Dua hal terpenting dalam penyampaian dakwah menurutnya adalah benar dan menarik. Jika dua hal tersebut berpadu maka akan disenangi oleh masyarakat.

“Kalau dakwah benar tapi tidak menarik maka umat akan mencari yang menarik meski pun kadang tidak benar. Itu bahaya. Makanya munculkanlan wibawa-wiba wa yang bersifat formal,kha rismatik,atau penampilan un tuk membimbing masyarak at yang baik,” tuturnya.

Sebagai penutup mari kita mensyukuri dengan kebera gaman yang lahir di Indone esia menjadi senjata yang kuat bagi Indonesia hingga dipandang sebagai salah satu negara yang hebat di dunia,”ujarnya.

(Gazali Rasyid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *